Alkimia dan Berkembangnya Kimia Modern

Posted in Chemistry, History on February 2nd, 2017 by D.S

Kimia adalah ilmu yang relatif baru, dan fondasinya baru ditetapkan sekitar kuartal terakhir abad ke-18. Sebelum itu, kebanyakan kimiawan dikenal sebagai alkemis–enterprenir awal yang berusaha mentransformasi sifat bahan-bahan untuk keuntungan ekonomi. Selama berabad-abad obsesi mereka adalah untuk mengubah logam-logam “dasar”, seperti timbal, menjadi emas.

Mereka dengan yakin berasumsi bahwa sifat suatu bahan dapat entah bagaimana diekstrak dan dialihkan menjadi yang lainnya. Jika sifat-sifat esensial–seperti warna kuning, kelembutan, dan keelastisitasan–dapat dihimpun dari berbagai sumber-sumber yang murah, maka emas dapat diciptakan dengan keuntungan yang besar.

Para alkemis bersikukuh dalam usaha mereka selama lebih dari seribu tahun. Meskipun mereka mengumpulkan banyak hasil yang berguna dan empiris yang sejak itu tergabung menjadi kimia modern, mereka tidak pernah mentransformasi logam-logam dasar menjadi emas. Banyak ilmuwan yang mulai meragukan asumsi dasar para alkemis pada pertengahan abad ke-17.

Keraguan ini memuncak dengan publikasi The Sceptical Chymist oleh Robert Boyle di Inggris pada tahun 1660, salah satu kejadian penting yang menandai permulaan kimia modern. Dibutuhkan seabad lagi untuk menetapkan fondasi konseptual dari kimia modern, sebuah bidang yang berkembang selama abad ke-19 dan 20 dan tetap hidup sampai saat ini.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sumber: Oxtoby W, Gillis HP, Butler LJ. 2016. Principles of Modern Chemistry, 8th Edition. Boston (USA): Cengage Learning.

Tags: ,